Thursday, December 15, 2011

Go Marsha Go

Posted by rismawid at 9:57 PM 0 comments


i really love my lil sister, her name is Marsha Dhia Qaisara. i dont know how to explain my happiness when she was born, i feel got new life, new hope, new spirit. Thank's Ya Alloh
my bored about my home has been treated.
you will become a pretty girl, become a smart girl, i will always be there, i will always guide you, i will always teach you about the love of Alloh, about song of Holy Qur'an, and all about a beautiful world.

Saturday, December 3, 2011

suami sepertimu, pantaskah kami berbangga!!

Posted by rismawid at 11:04 PM 0 comments
Niatnya malam ini mau bikin cerpen, tapi ada sesuatu yang bergolak di hati dan pikiran yang ga bisa gue tahan lagi pengen segera gue muntahin. Ehm maaf seribu maaf ini bukan bergosip juga bukan bergunjing, hanya mau berbagi rasa saja.

Pria oh pria, sosok kuat nan gagah, imam sejati, panutan istri dan anak, penopang ekonomi keluarga karena memang sudah kewajibanmu wahai pria yang menyandang gelar menikah untuk menafkahi anak istri. Tanggung jawabmu sungguh luar biasa besar wahai pria, aku sebagai wanita salut dan bangga terhadap pria seperti itu.

Pria cerdas dan penuh inisiatif sungguh tak terelakkan, kharisma mu akan muncul dengan sendirinya, kau aplikasikan semua ilmu yang kau punya dalam kehidupanmu, pengetahuanmu bagai lentera di hidupmu yang selalu menjagamu tetap bersinar, ketangguhanmu melawan arus kehidupan telah melahirkan tangan baja yang hangat. Itu fikirku.

Kau bercerita betapa kau menyayangi anak-anakmu, betapa kau bekerja keras demi selalu ingin mencukupi segala kebutuhan anak-anakmu, betapa kau sangat memaksakan melungakan waktu untuk sekedar berjalan-jalan ke taman bermain bersama anak-anakmu, air mukamu bersinar-sinar ketika kau bercerita pengalaman paling menarik ketika mengajak anak-anakmu bermain ke TMII, kau tertawa terpingkal-pingkal ketika flash back konyolnya si sulung yang takut di cium lumba-lumba saat kau ajak ke Gelanggang Samudera, subhanalloh kau sangat mencintai keluargamu. Itu fikirku.

Tapi tolong jelaskan wahai pria, dalam sepersekian detik semua kekagumanku runtuh tak bersisa dan perasaan benci mendominasi isi kepala dan hatiku, pandanganku terhadapmu berbalik 180 derajat, sadarkah kau pria apa yang telah kau perbuat? apa yang telah kau katakan? rupanya aku terlalu cepat mengambil kesimpulan yang salah tentang dirimu, semua fikirku tentang dirimu jelas salah tak terbantahkan.

Apa alasanmu untuk tidak menghormati istrimu? apa alasanmu untuk tidak pernah bangga terhadapnya? apa alasanmu membuka aib dia? bukannya dia yang menyempurnakan hidupmu? bukannya istrimu yang menghadiahimu kado paling ajaib yang kau miliki saat ini? bukannya istrimu juga yang mati-matian melahirkan anak-anak yang amat kau sayangi? apa alasanmu mengatakan dia tidaklah penting dalam hidupmu? demi Tuhan dan demi anak-anakmu kawan, jangan pernah kau berbuat curang terhadap istrimu, dia yang menghadirkan kebahagiaan sempurna di hidupmu, dia orang pertama yang harus dihormati anak-anakmu, sadar kawan, tak bisa aku membayangkan sakitnya perasaan istrimu andai dia tahu betapa kau tak pernah membanggakannya.

Maaf  kawan, aku kecewa terhadapmu.


Sunday, November 20, 2011

Mahadahsyat Ikhlas

Posted by rismawid at 9:17 PM 0 comments
Thanks God, hari ini kau lancarkan segala urusan di kator, hotel dapet, intepreter dapet, vehicle dapet, driver ok, walaupun hasil trial masih belum ok, tapi yang penting bisa keep on touch with my blog, menyenangkan sekali rasanya, kangeeeeennn lama tak bersua dimari...

Banyak yang pingin gue tumpahin disini, 3 minggu gue bergelut dengan dunia yang sebelumnya belum pernah gue nyebur langsung kedalamnya, banyak pengalaman baru, ketemu orang-orang baru, kenal orang-orang baru, dapat ilmu baru pastinya, suka duka nyampur aduk, pusing, capek, lelah, kesel, senang, senyum, malu, nano-nano banget rasanya, tapi gue ikhlas, dan sungguh mahadahsyat ikhlas itu, nikmat di hati, dingin di otak, damai di jiwa, tak peduli setan dibelakang gue nyabik-nyabik mood gue, ga peduli kamar gue tampak seperti gudang belakang rumah, tak peduli jejak kaki kotor bertebaran, gue hanya ingin menikmati relaksasi 3 minggu yang tak ada hentinya.

Sunday, October 23, 2011

Kang, kapan atuh ke Indonesia

Posted by rismawid at 1:54 PM 0 comments
Bad boys yang satu ini sungguh bikin gue merinding, kesetrum, decak-decak, jingkrak-jingkrak, manggut-manggut, teriak histeris, panas dingin, huh ga tau kata apalagi yang tepat buat gambarin suasana hati gue kalo ketemu tu makhluk adam. Ganteng engga, manis engga, cute apalagi, tapi aduh lagi-lagi ga bisa gw gambarin ni manusia yang pasti dia bikin gue kelepek-kelepek. Suaranya itu hot chocolate banget, tatapannya menusuk, tampangnya radikal, body muscle bertattoo, all off dia looks like pria jantan penyayang kaum hawa (sotoy banget gue)!!

Pria kelahiran Inggris, 13 Februari 1974 ini sering melantunkan lagu-lagu Frank Sinatra, dan selalu terlihat lebih sexy jika model video clipnya itu wanita, ya tentu lah gimana engga, setiap adegannya “hot". Ya itulah dia tak lain dan tak hanya, dia adalah.....



Monday, October 17, 2011

Misteri Hilangnya 45

Posted by rismawid at 6:33 PM 0 comments

Dari judul kayanya udah keren banget, kaya mau nyeritain suatu kejadian horror atau kejadian zaman kemerdekaan, padahal taraaaaammmm gue disini mau nyeritain sesosok bus yang setiap hari gue naikin yang biasa mengantar gue dari Tebet ke Cawang.

Entah apa yang terjadi sama itu bus, udah sedari minggu lalu ini bus ga datang pada jam biasanya, pun ga datang lebih pagi atau lebih siang dari biasanya, bus 45 benar-benar lenyap. Nyaris 40 menit gue menunggu tapi itu bus tak kunjung datang juga, akhirnya gue putusin naik bus 57 jurusan Pulo Gadung, toh sama-sama lewat Cawang daripada gue naik taksi ga ikhlas banget masih pagi udah Rp.10,000 aja yang biasanya merogoh kocek Rp.2,000 untuk bisa sampai ke Cawang.

Semacam sudah hukum alam, setiap bus jurusan Jakarta utara dan sekitarnya kalau ga banyak penggemarnya itu ajaib, dan kalau mereka ga ngetem di stasiun Cawang nunggu kereta datang itu sepertinya dosa, so kebayang dong itu bus dalam tiga menit udah penuh sesak seperti wafer astor yang berjejer didalam toples, panas, pengap, bau, berdesak-desakan, kadang terjadi beberapa pelecehan, seperti orang gendut sabotase ruang sempit orang kurus, abang-abang nguap depan muka, ketek orang tepat berada di atas kepala, yang paling parah adalah tangan-tangan setan yang gerayangan masuk tas “dasar copet sialan”, dan tolong dibayangkan juga kondisi yang sebelumnya fresh, wangi, dandan rapi, muka ngecling lengkap dengan bedak dan lipstick, rambut tersisir rapi, pakaian necis rapi pula, tapi ketika keluar dari bus nista tersebut lihatlah perubahannya, yang akan keluar adalah sesosok manusia dengan muka kinclong, rambut aga berantakan dan baju basah penuh keringat, tentu saja tidak wangi lagi, tak ketinggalan bibir manyun dan kadang disertai sumpah serapah. Inilah yang gue alami 3 hari belakangan ini.

Hari pertama gue masih pergi di jam yang normal yaitu 06.50, jam yang mepet memang, mengingat mobil jemputan gue akan tiba di Cawang pukul 07.10, kalau naik bus 45 itu akan tiba di Cawang 07.00~07.05, gue masih punya sisa waktu 5 menit sebelum mobil jemputan tiba, tapi hari itu gue ga naik bus 45, karena gue pikir gue telat dan bus 45 mungkin udah lewat, akhirnya gue putusin naik bus 57 tepat jam 07.00, sampai Cawang 07.15, mobil jemputan belum tiba, entahlah kadang juga dia suka telat.

Hari kedua, gue pergi lebih pagi 10 menit dari normalnya yaitu jam 06.40, tidak terlalu mepet dan harusnya gue bisa naik bus 45, tapi aktualnya sama dengan hari sebelumnya, bus 45 tak kunjung datang sampai jam 07.00, dan terpaksa gue naik 57 yang ga manusiawi, sampai Cawang mobil jemputan baru tiba dan semua penumpang sudah masuk di dalam, mobil baru akan bergerak maju, itungannya gue belum telat karena masih keburuuuuu.

Hari ketiga, gue pergi lebih pagi 15 menit dari hari kedua atau 30 menit dari jam normal yaitu 06.20, sangat pagi, orang-orang yang biasa gue temui di jam normal belum ada yang nampak, tapi apa yang terjadi, Tuhan ini apa lagi??? Gue tak juga melihat satu pun bus 45 lewat halte dimana gue nunggu, dan gue terpaksa mengalami lagi pengalaman buruk naik bus 57 yang dua hari lalu gue tumpangi, sampai Cawang jam 07.10 dan mobil jemputan sudah tiba, dan konon katanya sudah 2 menit diam menunggu gue. Kali ini itungannya telat serta mengundang komentar salah satu senior gue di mobil jemputan.

Ini jelas bukan kesalahan gue sepenuhnya, karena dari hari ke hari gue berangkat lebih pagi dan lebih pagi, namun itulah fakta yang terjadi, bus 45 lenyap sehingga memaksa gue harus naik bus-bus yang itungannya nista, seperti bus 57, bus P02, bus P55, dan tentu saja bus 89, semua bus tersebut kalau poisinya belum miring ke kiri maka haram hukumnya untuk mereka melanjutkan perjalanan. Menyikapi masalah ini gue belum terpikir jalan keluarnya apakah gue harus beralih ke bussway atau mulai mencicil sepeda motor, atau nyari pacar baru yang berkarir sebagai tukang ojek.


Friday, October 14, 2011

Aku Mau Hak ku

Posted by rismawid at 7:34 PM 1 comments
 Oleh : @rissmot
(Cerpen yang ga tau kapan bisa di terbitkan).



"Istrimu mau ga ya berbagi suami denganku?"

Kalimat itu terlontar begitu saja ketika aku sedang asik chating dengan kaka kelasku dulu semasa aku kuliah, Banyu hanya memberi jawaban tanda tanya.
"Kamu kenapa Amira?"
"Aku mau menikah, tapi denganmu"
"Kenapa aku?"
"Karena selain pacarku Dimas aku cuma mau kamu."
"Apa yang harus aku katakan sama istriku?"
"Tak perlu bicara apa-apa, biar aku yang meminta izin"
"Silahkan kalau Rini mengizinkan"
"Ok"
Aku pun menyudahi obrolan ngaco kita, ya memang ngaco tapi akhirnya jadi terpikir.


Saturday, October 8, 2011

86

Posted by rismawid at 2:58 PM 0 comments
86, lagi-lagi judul yang menggelitik, sama seperti novel pertamanya ENTROK, tapi kali ini aku tertarik membeli novel 86 bukan hanya karena penasaran tapi aku merasa berkewajiban membeli novel-novel karangan Okky Madasari setelah Entrok novel pertamanya membuat aku kagum dan memutuskan untuk mengoleksi semua hasil goresan pemikiran Okky Madasari.

Apa itu 86? tahun kelahiran? angka genap? 86 sama dengan mengerti, salah satu kata sandi dalam kepolisian, namun dalam novel ini kata 86 dibuat sedemikian populer di berbagai kalangan, 86 di sama artikan dengan cincai atau beres.
Isi keseluruhan novel ini merupakan sarkasme untuk institusi keadilan, perihal laku koruptif sangat menonjol dalam novel ini, mulai dari makelar perkara sampai gembong sabu-sabu, semua legal jika sudah 86, benar-benar memprihatinkan.

Praktek korupsi, suap menyuap, menjadi pemandangan biasa bahkan sudah membudaya dan mendarah daging di tubuh setiap insan yang serakah, memilih jalan pintas dan menghalalkan segala cara demi suatu kemenangan, tidak hanya terjadi di kota besar tapi sudah beranak pinang ke daerah-daerah bahkan pedesaan.
 

Hot Tea Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos