Tuesday, December 24, 2013

Rintik yang lain

Posted by rismawid at 9:41 AM 0 comments
Masih pagi.
Sudah terang, namun seperti ada tabir yang urung disibak.
Sang surya enggan menjalankan tugas, begitu pula sang suryo.
Muka lantai 2 terlihat dari sini, atap pura yang menghiasinya.
Dedaunan lebih hijau berseri, matanya teduh tidak melonjak-lonjak kegirangan.
dari sini rintik begitu tegas, teduh dan angkuh.
Ini memang bulanmu, aku sudah sadar sejak bunga november di pekarangan rumah mekar dengan cantiknya.
Setiba aku disini sambutanmu cukup teduh.
3 jam sudah berlalu kau tetap melumat atap pura, genting dan dedaunan.
Baiklah!!
Menunggu jodoh saja aku sanggup apalagi sekedar menunggu kau berhenti merintik.

Kuta, 24-Dec’13

Thursday, December 19, 2013

Ke Arah Hari Lalu

Posted by rismawid at 4:41 PM 1 comments
Biniku, kita pisah sehari dalam kepalaku klenong bendi Kalumbuk terus berbunyi
ketipak sepatu kuda itu serasa memecahkan tulang rahangku
lambungku menghitam dalam mengingatmu.

Kita pisah sehari, ke arah hari lalu aku berjalan
menghadap ke laut lepas
sampai menemu ombak membeku tak menghempas.

Sebab di sini,
pada pangkal kota ini
waktu berulang kali mati
kita tertidur untuk terbenam di hari depan
kita berjalan untuk terantuk pada kenangan.

Dan ke arah hari lalu aku berjalan
kangenmu kangenku akan menghimpun
dalam mata jarak yang semakin rabun.

Padang, 2013

Puisi Esha Tegar Putra
Kompas 15-Dec'13

suatu rintik

Posted by rismawid at 11:43 AM 0 comments
Pagi ini aku menembus kegelapan dan melawan rintiknya.
Bermodalkan tanggung jawab dan seutas pelindung rintik yang deras aku mengayuh kakiku menembus kerumunan dingin.

Setibanya, sambut senyum tulus dan haru terima kasih tegas tergambar di binar mata dan sungging bibir mereka.
Secangkir teh hangat masih berasap disuguhkan penuh ketulusan.
aku masih terduduk berbincang tanpa ketegangan bersama mereka di Plant 1 Sunter.


Sunter, 18-Dec'13

Monday, December 16, 2013

is this my choice?

Posted by rismawid at 6:57 PM 0 comments
is this my choice?
no, i'm not
is this my choice?
seems like yes it is
is this my choice?
i don't know
is this my choice?
stop gave me a silly question.
my head is running annoying

who decide become a sales?
not me!!! but my opportunity and my capability.
so now what are you yelling about?

i'm getting tired with this situation, why did always fight with them, i don't want to begging to them, but my company always insist me to doing that.

when you were a sales staff of company, you have to being more patient, you have to always smile while you were getting angry, begging many things, doing kindness things, and always become pretty woman even you really want to kick the fucking asshole of your customer. and then when you received your salary, you will take a deep breath and start praying to your God.

Why does this silly game happen to me God!! ah cih balada minta gaji naek ini tuh.

Thursday, November 7, 2013

lady lazy

Posted by rismawid at 8:08 PM 0 comments

hello mata yang nyaris mengatup, mood yang meleleh, semangat yang merosot, kosentrasi yang sedang terjun payung, dan bersiap ucapkan selamat datang pada penundaan dan jabang-jabang lemot. 47 halaman harus selesai malam ini juga, katakan tak ada waktu lagi untuk besok.

hey riss, sudah tak berteman kah dengan sacrifice?

tolong tuhan..... ngantuk sekali

Thursday, October 17, 2013

sepertinya....

Posted by rismawid at 8:16 PM 0 comments
I just posted this foolish tweet, i know he will not notice this foolish tweet, but i wanna save this moment as my memories.

Monday, October 14, 2013

Ciuman di bawah hujan – Lan Fang

Posted by rismawid at 4:31 PM 0 comments



Sebuah bebuka dalam bukunya, ia menuliskan segala macam bentuk kebetulan. “Maka bila ciuman di bawah hujan sampai di tanganmu, semoga kau percaya bahwa ini adalah suatu kebetulan yang bukan kebetulan". Ya Tuhan andai saja Lan Fang masih terjaga di dunia ini, maka gue ingin sekali berteriak, bersorak penuh suka cita. Gue mention twit nya, atau mungkin gue kirim postcard ke rumahnya untuk mengekspresikan betapa gue senang dan mengamini kebetulan ini. Ya kau benar Lan Fang, menemukan ciuman di bawah hujan ini menganut sebuah proses kebetulan.

Hari Minggu siang gue pergi ke Kokas bareng sang pacar, niat banget nonton Insidious, karena menunggu pintu teater 1 dibuka kira-kira 30 menitan, maka kami pun berjalan2 dulu lah mutar-mutar mall. Memang sudah menjadi budaya gue kalo menunggu sesuatu itu sasaran utama pasti cari toko buku, ga perlu beli tapi sekedar baca-baca sinopsis aja udah cukup killing time.

Dan masuklah gue ke sebuah toko buku independent gitu, kalo ga salah nama tokonya “teenbook” nanti deh gue cek lagi kalo ke Kokas. Penjelajahan pun dimulai. Rak-rak buku impor jadi sasaran awal, kemudian pindah ke rak inspirative book, lalu pindah lagi ke rak komik, dan ketika berbalik badan dari rak komik, mata gue langsung menjurus ke sebuah buku bertuliskan “Lan Fang” entah rasanya seperti dapet undian, kaget bo, tanpa basa basi tanpa harus gue baca sinopsisnnya langsung gue ambil itu buku, dan gue mulai mencari siapa tau masih ada judul lain yang belum gue punya. Alhasil setelah ngubek seisi toko, tak ada lagi buku Lan fang yang lainnya.

Yess ini sungguh kebetulan, karena bukan sekali dua kali gue keliling gramedia buat cari buku-buku Lan Fang, namun hasilnya selalu nihil. Tapi kali ini tanpa terbesit sedikitpun cari buku Lan fang, angin meniup badan gue agar berbalik dari rak komik dan mata gue bagai busur panah melesatkan anak panahnya tepat mengenai sasaran.

Akhir kata, happy reading untuk diri sendiri.
 

Hot Tea Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos