Sunday, April 29, 2012

Terima kasih

Posted by rismawid at 9:19 PM 0 comments
Katanya ia mengerti akan tulisanku.
Bagiku itu saja sudah lebih dari cukup. Asal ia tak bosan membaca setiap tulisanku, maka ia akan tahu betul betapa aku sangat memaknai kehidupan yang tercipta setelah kehadirannya. Pesan demi pesan yang terkandung didalamnya kuharap bisa melapangkan hatinya dan membuatnya mengerti bahwa aku tak lagi ingin beradu ego dengannya, tak lagi ingin menebar kebencian di hati masing-masing. Aku hanya ingin make a good some memories.

Katanya lagi jam enam ia ada acara dengan teman-temannya.
Sejak kami berjauhan, aku tak pernah memintanya melaporkan kemana ia hendak pergi dengan siapa ia hendak jumpa dan akan pulang jam berapa ia? Bukan karena aku tak peduli, tapi aku tak ingin membuat hidupku dan hidupnya repot, aku pasrahkan pada yang maha kuasa. Aku yakinkan diriku mempercayainya, aku yakinkan diriku bahwa ia akan menjaga hati kita. Dan sepertinya ia memang menjaga hati kita, aku sungguh terenyuh dengan sikapnya yang mencoba menanamkan benih kepercayaan. Terima kasih, aku akan merawat dan memberinya pupuk agar tetap terjaga dan tumbuh subur.

Kita sudah tak dekat lagi tapi kau selalu menguatkanku dengan kata-kata "kita tetap bisa bertemu, aku akan mengunjungimu". Terima kasih atas waktu dan tenagamu. Terima kasih kau tepati janjimu.


Saturday, March 10, 2012

I eat Marie & Per

Posted by rismawid at 9:36 PM 0 comments
Sabtu, March 03, 2012 at MEIS Carnaval Ancol
Salut ga bisa berhenti berdecak kagum, Marie Fredriksson di usianya yang hampir 59 tahun masih bisa on perform, walaupun udah ga selincah dulu. Begitu juga dengan Per Gassle sesuai dengan namanya bukan Per kalau ga mental-mental kaya per. Sedikit ada penyesalan dalam diri mungkin tak lama lagi gue akan kehilangan mereka, duo sweden yang gue cintai.

Ketika mereka masih hot-hot nya, saat itu usia gue belum ada genap 5 tahun. Era-era keemasan mereka ga sepenuhnya bisa gue nikmatin, kini keduanya sudah semakin berumur ga mungkin lagi bisa menciptakan suasana live concert dikala mereka masih pada era nya, terutama Marie, tapi tak masalah performa kalian kemarin cukup membius gue berhari-hari stay tune your album in my iPod
LOVE YOU ROXETTE
semoga kalian panjang umur.




I love this leather jacket



Sunday, March 4, 2012

Jl. Riau 11

Posted by rismawid at 11:27 PM 0 comments
Cerpen yang kesekian, ceritanya benar-benar pendek

Hari rabu, lagi-lagi aku lingkari kalenderku dengan spidol merah. Bukan pertanda aku datang bulan, bukan pula hari ulang tahunku atau jadwalku minum obat, rabu akan selalu special dihidupku. Di suatu hari Rabu itulah semua dimulai, hanya pada hari rabu aku melihatnya didepan pintu kamarnya, beberapa bulan terakhir ini tak pernah aku lewatkan menengok ke kiri ketika aku meluncur menuruni anak tangga dari lantai 3 ke lantai dasar rumah kost-kostanku, tapi rabu kali ini berbeda, aku melihatnya tak sendirian.

Ironis benar nasibku, menyukai sosok tak kukenal, sosok yang hanya kulihat di rabu pagi antara pukul 6.10 sampai 6.15, sosok yang hanya akan melempar tatapan kosong ke arahku, lalu lurus lagi ke arah pintu kamarnya dan dalam sepersekian detik lenyap ditelan pintu bernomor 2. Dalam waktu yang bersamaan aku pun hanya akan melanjutkan langkahku menuruni tiap anak tangga dengan hati tersenyum.


Thursday, February 23, 2012

Apologize

Posted by rismawid at 9:19 PM 0 comments
dan.... gue ga pernah punya niat menyakiti, Tuhan tahu dosa gue hanya padaNya, ga ingin gue menyakiti siapapun, terlebih mereka yang gue cintai, kalau lu percaya gue cinta lu, harusnya lu yakin kalau gue ga akan mau ngasih kado kecewa.

kadang memang hidup ga bisa dikendalikan sendiri, ga semua rencana yang udah disusun rapi bisa realisasi dan berbuah manis, kadang gue kalah karena tak cukup kuat mengendalikan janji, jika kata maap tak berguna lagi, dengan apa gue harus tebus kekalahan gue?

Thursday, December 15, 2011

Go Marsha Go

Posted by rismawid at 9:57 PM 0 comments


i really love my lil sister, her name is Marsha Dhia Qaisara. i dont know how to explain my happiness when she was born, i feel got new life, new hope, new spirit. Thank's Ya Alloh
my bored about my home has been treated.
you will become a pretty girl, become a smart girl, i will always be there, i will always guide you, i will always teach you about the love of Alloh, about song of Holy Qur'an, and all about a beautiful world.

Saturday, December 3, 2011

suami sepertimu, pantaskah kami berbangga!!

Posted by rismawid at 11:04 PM 0 comments
Niatnya malam ini mau bikin cerpen, tapi ada sesuatu yang bergolak di hati dan pikiran yang ga bisa gue tahan lagi pengen segera gue muntahin. Ehm maaf seribu maaf ini bukan bergosip juga bukan bergunjing, hanya mau berbagi rasa saja.

Pria oh pria, sosok kuat nan gagah, imam sejati, panutan istri dan anak, penopang ekonomi keluarga karena memang sudah kewajibanmu wahai pria yang menyandang gelar menikah untuk menafkahi anak istri. Tanggung jawabmu sungguh luar biasa besar wahai pria, aku sebagai wanita salut dan bangga terhadap pria seperti itu.

Pria cerdas dan penuh inisiatif sungguh tak terelakkan, kharisma mu akan muncul dengan sendirinya, kau aplikasikan semua ilmu yang kau punya dalam kehidupanmu, pengetahuanmu bagai lentera di hidupmu yang selalu menjagamu tetap bersinar, ketangguhanmu melawan arus kehidupan telah melahirkan tangan baja yang hangat. Itu fikirku.

Kau bercerita betapa kau menyayangi anak-anakmu, betapa kau bekerja keras demi selalu ingin mencukupi segala kebutuhan anak-anakmu, betapa kau sangat memaksakan melungakan waktu untuk sekedar berjalan-jalan ke taman bermain bersama anak-anakmu, air mukamu bersinar-sinar ketika kau bercerita pengalaman paling menarik ketika mengajak anak-anakmu bermain ke TMII, kau tertawa terpingkal-pingkal ketika flash back konyolnya si sulung yang takut di cium lumba-lumba saat kau ajak ke Gelanggang Samudera, subhanalloh kau sangat mencintai keluargamu. Itu fikirku.

Tapi tolong jelaskan wahai pria, dalam sepersekian detik semua kekagumanku runtuh tak bersisa dan perasaan benci mendominasi isi kepala dan hatiku, pandanganku terhadapmu berbalik 180 derajat, sadarkah kau pria apa yang telah kau perbuat? apa yang telah kau katakan? rupanya aku terlalu cepat mengambil kesimpulan yang salah tentang dirimu, semua fikirku tentang dirimu jelas salah tak terbantahkan.

Apa alasanmu untuk tidak menghormati istrimu? apa alasanmu untuk tidak pernah bangga terhadapnya? apa alasanmu membuka aib dia? bukannya dia yang menyempurnakan hidupmu? bukannya istrimu yang menghadiahimu kado paling ajaib yang kau miliki saat ini? bukannya istrimu juga yang mati-matian melahirkan anak-anak yang amat kau sayangi? apa alasanmu mengatakan dia tidaklah penting dalam hidupmu? demi Tuhan dan demi anak-anakmu kawan, jangan pernah kau berbuat curang terhadap istrimu, dia yang menghadirkan kebahagiaan sempurna di hidupmu, dia orang pertama yang harus dihormati anak-anakmu, sadar kawan, tak bisa aku membayangkan sakitnya perasaan istrimu andai dia tahu betapa kau tak pernah membanggakannya.

Maaf  kawan, aku kecewa terhadapmu.


Sunday, November 20, 2011

Mahadahsyat Ikhlas

Posted by rismawid at 9:17 PM 0 comments
Thanks God, hari ini kau lancarkan segala urusan di kator, hotel dapet, intepreter dapet, vehicle dapet, driver ok, walaupun hasil trial masih belum ok, tapi yang penting bisa keep on touch with my blog, menyenangkan sekali rasanya, kangeeeeennn lama tak bersua dimari...

Banyak yang pingin gue tumpahin disini, 3 minggu gue bergelut dengan dunia yang sebelumnya belum pernah gue nyebur langsung kedalamnya, banyak pengalaman baru, ketemu orang-orang baru, kenal orang-orang baru, dapat ilmu baru pastinya, suka duka nyampur aduk, pusing, capek, lelah, kesel, senang, senyum, malu, nano-nano banget rasanya, tapi gue ikhlas, dan sungguh mahadahsyat ikhlas itu, nikmat di hati, dingin di otak, damai di jiwa, tak peduli setan dibelakang gue nyabik-nyabik mood gue, ga peduli kamar gue tampak seperti gudang belakang rumah, tak peduli jejak kaki kotor bertebaran, gue hanya ingin menikmati relaksasi 3 minggu yang tak ada hentinya.
 

Hot Tea Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos