Wednesday, February 19, 2014
Sunday, December 29, 2013
Kiriman akhir tahun
Bulan ketiga, setahun silam adalah pertama kami bertemu.
Dia tampak begitu cantik menggoda iman dengan segala kemolekan yang dimilikinya.
Hari ini menjelang akhir tahun, bibirnya begitu ramai dengan kekacauan.
Apa yang membuat dia begitu?
Kabar angin berhembus, katanya angin akhir tahun membuat gelombang tak kenal ampun dengan segala ramai yang kacau, membabad semua membawa kekacauan ke bibirnya.
Ini sungguh membuatku sesak dada.
Keramaian yang kacau itu terombang ambing dengan gontainya, ditarik ulur sang gelombang.
Yuck!!!
Sejenak aku jijik dan marah, tapi kemudian kesedihan menyeruak.
Kabar angin bilang itu kiriman akhir tahun dari kota.
Kabar angin berhembus, katanya angin akhir tahun membuat gelombang tak kenal ampun dengan segala ramai yang kacau, membabad semua membawa kekacauan ke bibirnya.
Ini sungguh membuatku sesak dada.
Keramaian yang kacau itu terombang ambing dengan gontainya, ditarik ulur sang gelombang.
Yuck!!!
Sejenak aku jijik dan marah, tapi kemudian kesedihan menyeruak.
Kabar angin bilang itu kiriman akhir tahun dari kota.
Gili Trawangan, 27 Dec’13
Categories
ngoceh,
Storytelling
Tuesday, December 24, 2013
Rintik yang lain
Masih pagi.
Sudah terang, namun seperti ada tabir yang urung disibak.
Sang surya enggan menjalankan tugas, begitu pula sang suryo.
Muka lantai 2 terlihat dari sini, atap pura yang menghiasinya.
Dedaunan lebih hijau berseri, matanya teduh tidak melonjak-lonjak kegirangan.
dari sini rintik begitu tegas, teduh dan angkuh.
Ini memang bulanmu, aku sudah sadar sejak bunga november di pekarangan rumah mekar dengan cantiknya.
Setiba aku disini sambutanmu cukup teduh.
3 jam sudah berlalu kau tetap melumat atap pura, genting dan dedaunan.
Baiklah!!
Menunggu jodoh saja aku sanggup apalagi sekedar menunggu kau berhenti merintik.
Sudah terang, namun seperti ada tabir yang urung disibak.
Sang surya enggan menjalankan tugas, begitu pula sang suryo.
Muka lantai 2 terlihat dari sini, atap pura yang menghiasinya.
Dedaunan lebih hijau berseri, matanya teduh tidak melonjak-lonjak kegirangan.
dari sini rintik begitu tegas, teduh dan angkuh.
Ini memang bulanmu, aku sudah sadar sejak bunga november di pekarangan rumah mekar dengan cantiknya.
Setiba aku disini sambutanmu cukup teduh.
3 jam sudah berlalu kau tetap melumat atap pura, genting dan dedaunan.
Baiklah!!
Menunggu jodoh saja aku sanggup apalagi sekedar menunggu kau berhenti merintik.
Kuta, 24-Dec’13
Categories
ngoceh,
Storytelling
Thursday, December 19, 2013
Ke Arah Hari Lalu
Biniku, kita pisah sehari
dalam kepalaku klenong bendi Kalumbuk terus berbunyi
ketipak sepatu kuda itu serasa memecahkan tulang rahangku
lambungku menghitam dalam mengingatmu.
Kita pisah sehari, ke arah hari lalu aku berjalan
menghadap ke laut lepas
sampai menemu ombak membeku tak menghempas.
Sebab di sini,
pada pangkal kota ini
waktu berulang kali mati
kita tertidur untuk terbenam di hari depan
kita berjalan untuk terantuk pada kenangan.
Dan ke arah hari lalu aku berjalan
kangenmu kangenku akan menghimpun
dalam mata jarak yang semakin rabun.
Padang, 2013
Puisi Esha Tegar Putra
Kompas 15-Dec'13
ketipak sepatu kuda itu serasa memecahkan tulang rahangku
lambungku menghitam dalam mengingatmu.
Kita pisah sehari, ke arah hari lalu aku berjalan
menghadap ke laut lepas
sampai menemu ombak membeku tak menghempas.
Sebab di sini,
pada pangkal kota ini
waktu berulang kali mati
kita tertidur untuk terbenam di hari depan
kita berjalan untuk terantuk pada kenangan.
Dan ke arah hari lalu aku berjalan
kangenmu kangenku akan menghimpun
dalam mata jarak yang semakin rabun.
Padang, 2013
Puisi Esha Tegar Putra
Kompas 15-Dec'13
Categories
Storytelling
suatu rintik
Pagi ini aku menembus kegelapan dan melawan rintiknya.
Bermodalkan tanggung jawab dan seutas pelindung rintik yang deras aku mengayuh kakiku menembus kerumunan dingin.
Setibanya, sambut senyum tulus dan haru terima kasih tegas tergambar di binar mata dan sungging bibir mereka.
Secangkir teh hangat masih berasap disuguhkan penuh ketulusan.
aku masih terduduk berbincang tanpa ketegangan bersama mereka di Plant 1 Sunter.
Sunter, 18-Dec'13
Bermodalkan tanggung jawab dan seutas pelindung rintik yang deras aku mengayuh kakiku menembus kerumunan dingin.
Setibanya, sambut senyum tulus dan haru terima kasih tegas tergambar di binar mata dan sungging bibir mereka.
Secangkir teh hangat masih berasap disuguhkan penuh ketulusan.
aku masih terduduk berbincang tanpa ketegangan bersama mereka di Plant 1 Sunter.
Sunter, 18-Dec'13
Categories
ngoceh,
Storytelling
Monday, December 16, 2013
is this my choice?
is this my choice?
no, i'm not
is this my choice?
seems like yes it is
is this my choice?
i don't know
is this my choice?
stop gave me a silly question.
my head is running annoying
who decide become a sales?
not me!!! but my opportunity and my capability.
so now what are you yelling about?
i'm getting tired with this situation, why did always fight with them, i don't want to begging to them, but my company always insist me to doing that.
when you were a sales staff of company, you have to being more patient, you have to always smile while you were getting angry, begging many things, doing kindness things, and always become pretty woman even you really want to kick the fucking asshole of your customer. and then when you received your salary, you will take a deep breath and start praying to your God.
Why does this silly game happen to me God!! ah cih balada minta gaji naek ini tuh.
no, i'm not
is this my choice?
seems like yes it is
is this my choice?
i don't know
is this my choice?
stop gave me a silly question.
my head is running annoying
who decide become a sales?
not me!!! but my opportunity and my capability.
so now what are you yelling about?
i'm getting tired with this situation, why did always fight with them, i don't want to begging to them, but my company always insist me to doing that.
when you were a sales staff of company, you have to being more patient, you have to always smile while you were getting angry, begging many things, doing kindness things, and always become pretty woman even you really want to kick the fucking asshole of your customer. and then when you received your salary, you will take a deep breath and start praying to your God.
Why does this silly game happen to me God!! ah cih balada minta gaji naek ini tuh.
Categories
ngoceh
Thursday, November 7, 2013
lady lazy
hello mata yang nyaris mengatup, mood yang meleleh, semangat yang merosot, kosentrasi yang sedang terjun payung, dan bersiap ucapkan selamat datang pada penundaan dan jabang-jabang lemot. 47 halaman harus selesai malam ini juga, katakan tak ada waktu lagi untuk besok.
hey riss, sudah tak berteman kah dengan sacrifice?
tolong tuhan..... ngantuk sekali
Categories
ngoceh
Subscribe to:
Posts (Atom)
